Firda Kurnia

Dicuplik sebagian dari buku “Video Komunitas”

Dokumenter sering dianggap sebagai rekaman dari ‘aktualitas’—potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung, saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara, kehidupan nyata seperti apa adanya, spontan, dan tanpa media perantara. Walaupun kadang menjadi bahan ramuan utama dalam pembuatan dokumenter, unsur-unsur itu jarang menjadi bagian dari keseluruhan film dokumenter itu sendiri, karena semua bahan tersebut harus diatur, diolah kembali, dan ditata struktur penyajiannya. Terkadang, bahkan dalam pengambilan gambar sebelumnya, berbagai pilihan harus diambil oleh para pembuat film dokumenter untuk menentukan sudut pandang, ukuran shot (type of shot), pencahayaan, dan lain-lain, agar dapat mencapai hasil akhir yang mereka inginkan.

John Grierson pertama-tama menemukan istilah ‘dokumenter’ dalam suatu pembahasan mengenai film karya Robert Flaherty, Moana (1925). Dia mengacu pada kemampuan suatu media untuk menghasilkan dokumen visual tentang suatu kejadian tertentu. Dia sangat percaya bahwa “...sinema bukanlah seni atau hiburan, melainkan suatu bentuk publikasi dan dapat dipublikasikan dengan 100 cara berbeda untuk 100 penonton yang berbeda pula.” Oleh karena itu, dokumenter pun termasuk di dalamnya sebagai suatu metode publikasi sinematik yang, dalam istilah Grierson sendiri, disebut ‘perlakuan kreatif atas keaktualitasan’ (creative treatment of actuality). Karena ada perlakuan kreatif, sama seperti dalam film fiksi lainnya, dokumenter dibangun dan bisa dilihat bukan sebagai suatu rekaman realitas, tetapi sebagai jenis ‘representasi lain’ dari realitas itu sendiri.

Kebanyakan penonton film/ video dokumenter di layar kaca sudah begitu terbiasa dengan berbagai cara, gaya, dan bentuk-bentuk penyajian yang selama ini palaing banyak dan umum digunakan dalam berbagai acara siaran televisi. Sehingga, mereka tak lagi mempertanyakan lebih jauh tentang isi dari dokumenter tersebut. Misalnya, penonton sering menyaksikan dokumenter yang dipandu oleh suara (voice over) seorang penutur cerita (narator), wawancara dari para pakar, saksi-mata atas suatu kejadian, rekaman pendapat anggota masyarakat, Demikian pula dengan suasana tempat kejadian yang terlihat nyata, potongan-potongan gambar kejadiannya langsung, dan bahan-bahan yang berasal dari arsip yang ditemukan. Semua unsur khas tersebut memiliki sejarah dan tempat tertentu dalam perkembangan dan perluasan dokumenter sebagai suatu bentuk sinematik.

Ini penting ditekankan, karena --dalam berbagai hal-- bentuk dokumenter sering diabaikan dan kurang dianggap di kalangan film seni, seakan-akan dokumenter cenderung menjadi bersifat ‘pemberitaan’ (jurnalistik) dalam dunia pertelevisian. Bukti-bukti menunjukkan bahwa, bagaimanapun, dengan pesatnya perkembangan film/ video dokumenter dalam bentuk pemberitaan, ada kecenderungan kuat di kalangan para pembuat film dokumenter akhir-akhir ini untuk mengarah kembali ke arah pendekatan yang lebih sinematik. Dan, kini, perdebatannya berpindah pada segi estetik. Pengertian tentang ‘kebenaran’ dan ‘keaslian’ suatu film dokumenter mulai dipertanyakan, diputarbalikkan, dan diubah, mengacu pada pendekatan segi estetik film dokumenter dan film-film non-fiksi lainnya.

Satu titik awal yang berguna adalah daftar kategori Richard Barsam tentang apa yang dia sebut sebagai ‘film non-fiksi’. Daftar ini secara efektif menunjukkan jenis-jenis film yang dipandang sebagai dokumenter, dan dengan jelas memiliki ide dan kode etik tentang dokumenter yang sama. Kategori-kategori tersebut adalah:

  • film faktual
  • film etnografik
  • film eksplorasi
  • film propaganda
  • cinéma-vérité
  • direct cinema
  • dokumenter

Pada dasarnya, Barsam menempatkan dokumenter sebagai suatu kategori tersendiri, karena ia mengatakan bahwa peran si pembuat film dalam menentukan interpretasi materi dalam jenis-jenis film tersebut jauh lebih khas.
Perkembangan dokumenter dan genre-nya saat ini sudah sangat pesat dan beragam, tetapi ada beberapa unsur yang tetap dan penggunaannya; yakni unsur-unsur visual dan verbal yang biasa digunakan dalam dokumenter.

Unsur Visual:

  • Observasionalisme reaktif; pembuatan film dokumenter dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Hal ini berhubungan dengan ketepatan pengamatan oleh pengarah kamera atau sutradara.
  • Observasionalisme proaktif; pembuatan film dokumenter dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan pengamatan sebelumnya oleh pengarah kamera atau sutradara.
  • Mode ilustratif; pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator (yang direkam suaranya sebagai voice over).
  • Mode asosiatif; pendekatan dalam film dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara. Dengan demikian, diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film itu, dapat terwakili.

Unsur Verbal:

  • Overheard exchange; rekaman pembicaraan antara dua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung.
  • Kesaksian; rekaman pengamatan, pendapat atau informasi, yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata, pakar, dan sumber lain yang berhubungan dengan subyek dokumenter. Hal ini merupakan tujuan utama dari wawancara.
  • Eksposisi; penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera, secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumen-argumennya.
Firda Kurnia

Apakah kamu tertarik memperdalam fotografi untuk menghasilkan karya yang indah? siap tahu hobi fotografi kamu bisa berkembang menjadi bisnis menguntungkan.

SEJARAH FOTOGRAFI

Beberapa tahun lalu, Leonardo Da Vinci, pelukis terkenal dari Italia,yang disebut dengan kamar Obscura. Kamar Obscura inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya sebuah kamar. setelah itu, penemuan kamera lubang jarum yang dapat dibawa-bawa membuat seni fotografi terus berkembang. Hingga akhirnya kini dikenal kamera digital, yang tidak hanya istimewa di teknologi tapi juga desain.

BELAJAR FOTOGRAFI
Secara dasa, fotografi berarti tekniik melukis dengan cahaya. Mempelajari teori dasar fotografi bisa dilakukan dalam semalam. Tapi semua itu tidak berhenti sampai disitu saja. Satu hal yang wajib dilakukan jika ingin belajar fotografi adalah mempraktekkan teknik fotografi yang telah didapat.

Jangan pernah malas untuk mengasah kemampuan. Karena semakin banyak belatih maka kemampuan pun semakin meningkat.

Sebelum mengabil gambar sebuah objek, ada banyak hal yang harus dapat diperhatikan. Yang utama kita harus dapat dengan cepat mengenali karkteristik objek. Apakah ia objek diam atau bergerak. Teknik yang digunakan untuk kedua objek ini berbeda.

Untuk memfoto objek bergerak dituntut skill yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan memfoto objek diam. Misal : untuk objek bergerak cepat seperti balapan motor atau mobil. Posisi yang tepat untuk memfoto adalah ditikungan karena pembalap akan menguangi laju kendaraannya saat berbelok. Kecepatan objek yang akan difoto pun melambat. Sedangkan dilihat dari estetika, posisi belokan lebih banyak action yang menarik.

Sedangkan, saat memfoto objek dia, dituntut kemampuan lebih untuk mengeset pencahayaan dan komposisi. Tujuannya tentunya tidak lain agar foto yang dihasilkan enak dan bermakna.

4 DASAR FOTOGRAFI

  • Composition Untuk menghasilkan gambar yang menarik, bermain dengan komposisi itu dibutuhkan. Kadang bagi pemula, objek foto selalu ditempatkan ditengah, padahal sebenarnya tidak demikian. Objek foto dapat diletakkan dan dibuat semenarik mungkin asal menyatu dengan elemen sekitarnya. Setiap orang berbeda dalam menentukan komposisi, semua itu bergantung pada sense dan banyak berlatih.
  • Depth of Field Seorang fotograferharus dapat menentukan ketajaman objek yang akan difotonya. Apakh objek tersebut dibuat fokus semuanya atau hany objek utama saja yang fokus sedangkan objek lainnya tidak.
  • Exposure Pada dasarny, hasil foto akan sangat ditentukan oleh pencahayaan. Foto yang baik adalah foto dengan pencahayaan yang pas, tidak underexposure ataupun highexposure.
  • Focus Foto yang baik adalah foto yang fokus. Agardapat menghasilkan foto yang foku, kamu harus rajin berlatih. Selain itu kamu juga dituntut untuk mengenal kamera yang akan dipakai.

TIPS SINGKAT MEMBUAT FOTO YANG BAIK :

  1. Pilih objek yang menarik untuk dijadikan. Tentukan objek yang akan menjadi pusat perhatian.
  2. Pilih latar belakang yang tidak mengganggu objek utama.
  3. Waktu terbaik untuk foto outdoor adalah pagi atau sore hari karena cahaya matahari yang mengenal objek lebih baik.
  4. Sebelum memfoto sebuah objek, tentukan angle atau sudut pengambilan foto yang paling baik. Tidak ada salahnya mencoba beberapa angle untuk mendapatkan hasil yang baik.
Firda Kurnia



Apa yang terjadi dengan persaudaraan lama antara Indonesia dengan Malaysia, kita tidak perlu bertarung dan saling menyalahkan yang harus disalahkan adalah diri kita sendiri, sudah jelas bahwa kita mempunyai banyak persamaan dengan Malaysia, kita serumpun jadi kita harus bersatu bukannya memperebutkan kebudayaan . Tetapi dibalik itu semua sebenarnya saya sangat simpatik dengan Indonesia karena perbuatan Malaysia yang menyakiti hati Indonesia, contohnya : TKI yang bekerja di Malaysia terkadang disiksa oleh oknum kepolisian Malaysia yang mengaku sebagai pasukan RELA mereka berani melakukan kontak fisik dan merusak sarana dan prasarana milik para TKI yang ada di Malaysia, lalu adnya perebutan dua pulau Indonesia yang diklaim sebagai pulau milik Malaysia dan telah diajukan ke Mahkamah Internasional dan hasilnya dimenangkan oleh pihak Malaysia dan dua pulau kitapun direbutnya, ini adalah kelemahan Indonesia dalam hal berpolitik dan bertarung di meja pengadilan, adalagi perebutan juga, tetapi ini lebih serius karen menyangkut kedaulatan NKRI yaitu datangnya kapal Malaysia ke wilayah blog Ambalat masing2 negara mengerahkan pesawat tempurnya untuk menjaga batas wilayah tersebut,kondisi inipun semakin memanas karena banyak rakyat Indonesia yang mengajukan diri menjadi pasukan suka rela jika jadi berperang dengan Malaysia, lalu datangnya wasit karate yang mendampingi karateka Indonesia untuk melakukan pertandingan di sana dihajar oleh oknum polisi Malaysia sehingga banyak rakyat Indonesia yang merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut tetapi apa yang dilakukan Indonesia mereka bukannya melakukan tuntutan malah mendatangi pesta memperingati hari jadi bangsa Malaysia Sungguh terlalu !, lalu baru 2 ini lagu rasa sayange yang jelas2 milik bangsa Indonesia diklaim sebagai milik bangsa Malaysia Dan baru2 ini kesenian Reog Ponorogo yang hanya ada di Indonesia diklaim juga sebagai budaya lama Malaysia dan diganti nama menjadi Barongan .Inikah bukti bahwa Malaysia suka memiliki apa yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai saudara lama ?.Bahkan para TKI yang ada di Malaysiapun sering menyusahkan pemerintah Malaysia .Tidak seharusnya kita saling menyalahkan seperti ini tetapi kita harus saling mengkoreksi diri sendiri dari hal yang paling mendasar.
Firda Kurnia
Satu lagi kasus KDRT menimpa artis Indonesia, Kali ini giliran Kasus KDRT Cici Paramida yang dianiaya suaminya Suhaebi, setelah memergokinya berduaan dengan wanita lain di kawasan puncak. Berikut kronologis kejadiannya.

Sabtu 13 Juni, Suhaebi mengaku pergi ke luar kota kepada Cici Paramida, untuk urusan pekerjaan. Namun, sebagai seorang istri, Cici paramida punya feeling lain. Cici paramida pun berangkat bersama keluarganya ke kawasan Puncak, Jawa Barat. Benar saja, Cici memergoki suaminya bersama wanita lain di dalam mobil di daerah Cibogo, Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juni pukul 19.50 WIB.

Ketika sampai di kawasan Gang Semen, Cisarua, mobil Cici paramida menyalip mobil Suhaebi dan berhenti. Ketika Cici paramida turun dari mobilnya dan mendekati mobil Suhaebi, mobil suaminya itu malah digas kencang dan Cici paramida tertabrak serta terseret sehingga mengalami luka di pelipis kanan dan lebam di wajah. Cici paramida pun lantas melaporkan kasus KDRT yang dialaminya tersebut ke Polsek Cisarua. Namun kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Bogor, dan Cici paramida menjalani visum di Rumah Sakit PMI Bogor.

Pascaperistiwa itu, Cici paramida memilih pulang ke rumah orangtuanya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Lantaran menderita luka di pelipis kanan dan lebam di wajah, Cici memilih beristirahat.
“Belum bisa memberi komentar banyak. Cici sedang istirahat. Jadi kalau mau lebih detail, kita tidak bisa. Semuanya sudah kita serahkan pada pihak kepolisian,” jelas saudara sepupu Cici Paramida, Alu, saat ditemui di rumah orangtua Cici, di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (15/6) sore.

Keadaan Cici paramida , menurut Alu, saat ini sudah mulai membaik. “Lukannya di pelipis kanan dan lebam wajahnya sudah agak membaik,” ungkapnya. Sementara rumah Cici di kompleks Rafless Hill, Cibubur, Jakarta Timur, dijaga ketat. Empat petugas satpam yang menjaga di pintu gerbang utama komplek perumahan yang ditinggali Suhaebi-Cici itu melarang wartawan masuki. Begitu juga rumah mantan istri pertama Suhaebi di Jalan Rawa Kopi, Kavling Pertamina, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Keadaanya sangat sepi.

Ahmad Suhaebi sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong sejak Minggu malam. Dan setelah menjalani pemeriksaan lagi sejak Senin siang hingga malam, Polres Bogor akhirnya menetapkan Suhaebi sebagai tersangka lantaran diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Cici Paramida. “Kita masukan KDRT Pasal 44,” ujar Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Suntana di Bogor, Senin malam.

Meski tidak dilakukan penahanan, kata Suntana, Suhaebi tidak bebas begitu saja, tapi kasusnya terus diproses. “Tidak ada tindakan pemukulan dalam insiden rumah tangga ini. Bu Cici menghentikan kendaraan suaminya, berdiri di depan mobil,” ujarnya.

Namun, Suntana menambahkan, Suhaebi berusaha kabur karena takut dan menyangka yang mencegat mobilnya adalah orang jahat. “Pak Suhaebi berusaha kabur, mungkin yang bersangkutan kabur karena panik. Dia tidak tahu yang mencegat itu istrinya,” ungkap dia.

Suntana menjelaskan, dalam kasus ini ada unsur kriminalitasnya. “Ya, memenuhi. Sudah dijadikan tersangka. Ancaman lima tahun, pasal 44 ada yang menyebabkan orang lain luka,” paparnya. Suhaebi menjalani pemeriksaan di Polres Bogor mulai pukul 12.00 WIB hingga 20.45 WIB. Dia ke luar dari ruang Wakapolres dengan memakai kaos putih polos dan celana hitam, kemudian pergi menggunakan mobil BMW hitam B 141 IHO.

Polisi juga memintai keterangan wanita yang diketahui berada dalam mobil bersama Suhaebi, yakni Ami. Wanita yang mengenakan baju warna pink ini selalu menutup mukanya dengan kerudung saat dikerubuti wartawan. Ami meninggalkan Polres dengan mobil Daihatsu Terios hitam berplat B 160 NO.

Buntuti dari Jakarta Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya Cici Paramida tidak percaya suaminya berangkat ke Semarang. Dia pun dengan mobil Alphard B 729 CF mencoba membuntuti suaminya mulai dari rumahnya. Ternyata feeling Cici benar, karena suaminya tidak ke Semarang melainkan ke arah Puncak. Dan suaminya itu membawa perempuan lain di mobilnya.

Cici paramida terus membuntuti hingga ke Puncak. Sesampai di Jalan Raya Puncak, sekitar Gang Semen, Cici menyalip mobil suaminya. Cici pun turun dari mobil, tetapi mobil yang dikendarai Suhaebi terus bergerak hingga menyerempet Cici. Akibatnya, penyanyi tersebut terjatuh ke aspal.

Uus, 32, seorang pedagang mengaku mengetahui kejadian itu. Dia melihat ada perempuan turun dari mobil lalu menghampiri mobil mewah di depannya. Uus melihat wanita itu mengetuk pintu mobil. Beberapa saat kemudian dia melihat perempuan itu terjatuh.

“Awalnya saya tidak tahu kalau wanita itu artis, namun setelah ramai ternyata wanita itu Cici Paramida yang penyanyi dangdut itu. Saya sempat lihat dia jatuh keserempet mobil,” ujarnya. Setelah kejadian itu, lalu lintas menjadi macet karena warga berdatangan.

Saat di Polres Bogor, Cici mengaku saat itu sempat mengetok kaca mobil suaminya untuk meminta penjelasan soal perempuan yang ada di mobil bersamanya. Disebut-sebut wanita itu bernama Ami. Namun belum diperoleh informasi siapa sebenarnya wanita itu.

Saat Cici berusaha meminta penjelasan dari suaminya, tiba-tiba mobil yang dikemudikan Suhaebi malah tancap gas sehingga menyerempet penyanyi bernama lengkap Hamidah Idham itu. “Jumat (12/6) lalu suami saya minta izin untuk ke Semarang dengan alasan karena seorang guru spiritualnya meninggal. Ternyata dia bersama wanita lain,” ujar Cici ketika ditemui di Polres Bogor, Minggu (14/6) malam.

Di tempat terpisah, salah satu orang terdekat Suhaebi, mengatakan bahwa pengusaha yang menikahi Cici di Mekkah, 12 Maret 2009 lalu itu akan memberi keterangan pers untuk menjelaskan kronologi sebenarnya. “Sekarang kan pemberitaannya tak berimbang. Bapak dikabarkan telah menabrak Cici. Kejadiannya nggak seperti itu,” kata pria yang enggan namanya disebut itu, ketika dihubungi Senin (15/6) sore.

Kapan akan memberi penjelasan, orang dekat Suhaebi itu belum berani menyebutkannya. Mengenai keberadaan Ebi saat ini, pihaknya belum bisa memberi informasi mengenai hal itu. “Saya saja belum tahu di mana keberadaannya sekarang. Yang jelas, sudah pulang dari Polres,” ujarnya.

Sementara itu, Zulhendry Hasan, pengacara Ahmad Suhaebi, mengaku kecewa pada kliennya. Dia pun meninggalkan Mapolres Bogor sambil menggerutu. Dia yang diminta untuk datang oleh Suhaebi, merasa tidak mendapat respons dari kliennya. Kekecewaan Zulhendri, karena saat menemui Suhaebi di ruang pemeriksaan, Zulhendri malah disuruh untuk mendampingi Ami, perempuan yang ada di dalam mobilnya saat peristiwa terjadi.

“Ya nggak bisa begitu. Untuk menjadi pendamping atau kuasa perlu yang namanya legal document. Artinya, butuh penunjukan. Beda dengan Ebi (Suhaebi) yang telah meminta saya,” katanya. Karena itulah, Zulhendri memilih meninggalkan Polres Bogor.

Peristiwa yang dialami KDRT Cici Paramida ini menyisakan kepedihan. Jika dulu Neni Rianti, istri ketiga Suhaebi, merasa menjadi korban perselingkuhan Suhaebi, kini hal sama dirasakan Cici Maret 2009, Cici dinikahi Suaebi di Makkah.

“Mudah- mudahan ini yang terakhir bagi saya,” ujar Cici paramida beberapa pekan setelah menikah.Kisah cinta Cici paramida terbilang panjang dan berliku. Dia pernah menjadi kekasih bintang sinetron Ferry Irawan. Cici paramida juga pernah dikabarkan dekat dengan pengusaha Abdullah Gobel alias Duko. Namun, baik Ferry dan Duko tidak ada yang menjadi pendamping hidup pedangdut cantik ini. Setelah lama tak terdengar kabar, Cici paramida tiba-tiba menjadi bahan pemberitaan. Maret 2009, Cici menyampaikan kabar. Wanita kelahiran 7 September 1973 mengaku akan mengkahiri masa lajang karena akan menikah dengan pengusaha bernama Ahmad Suhaebi di Mekkah, Arab Saudi.

Menjelang pernikahan, Cici paramida sempat dikabarkan merebut suami orang, namun Cici membantahnya. Di tanah suci, akhirnya Cici paramida dan Suhaebi mengucap akad nikah. Tiga pekan kemudian, Neni Rianti, istri ketiga Suhaebi muncul membeber status pernikahan mereka yang masih sah. Neni menceritakan sakit hatinya ditinggal sang suami yang menikah dengan wanita lain. Dia dan tiga anaknya merasa ditelantarkan.

Cici paramida pun menggelar jumpa pers. Kala itu, Cici paramida lebih percaya dengan pria yang disapanya dengan Mas Ebi itu. Sebagai istri keempat, dia percaya sang suami sudah menjatuhkan talak tiga kepada Neni, yang memberikan suaminya 3 orang anak. “Intinya, Mas Ebi ingin klarifikasi, statusnya bukan suami orang waktu menikahi saya,” bela Cici paramida saat itu.

Firda Kurnia
Sehubungan dengan merebaknya kasus Rumah Sakit Omni International, Tangerang yang mempidanakan seorang pasiennya bernama Prita Mulyasari, hanya karena sang pasien mengeluh tentang pelayanan yang buruk dari dokter dan rumah sakit tersebut melalui email kepada rekannya , dan mengakibatkan dijebloskannya Prita Mulyasari kepenjara dengan tuduhan melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) oleh penegak hukum di negeri yang tercinta ini , Departemen Kesehatan telah menurunkan tim ke RS Omni tersebut untuk memeriksa kasus yang telah merugikan Prita Mulyasari.


“Kami sudah menegur pihak rumah sakit. Kalau hasil pemeriksaan kami ternyata memang terbukti rumah sakit itu bersalah, maka kami akan memberikan sanksi,” ujar Sekretaris Dirjen Bina Pelayanan Medis, Departemen Kesehatan, Mulya Hasjmy.

Mulya Hasjmy juga menjelaskan bahwa kasus ini juga sedang diperiksa oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDI).

Sanksi dapat berupa pembinaan sampai pencabutan izin operasi rumah sakit tersebut oleh Menteri Kesehatan, tergantung dari kesalahan yang dibuat dan dampaknya.

Menteri Kesehatan , Siti Fadilah Supari tampaknya juga mendesak DPR agar Rangcangan Undang Undang (RUU) Rumah Sakit agar segera di sahkan , agar secara hukum pasien terlindungi dari berbagai tindakan rumah sakit yang merugikan pasien.

“RUU ini sangat kita butuhkan agar kita bisa bertindaksecara hukum untuk menertibkan rumah sakit , baik yang pemerintah maupun yang swasta,” tegas Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari.

Menurut Menkes, secara etika kedokteran pihak dokter harus menjawab pertanyaan pasien dan memberi keterangan seputar penyakit pasien dan juga tindakan yang dilakukan dokter, karena itu memang hak pasien.

Dalam RUU Rumah Sakit tersebut, Pasal 80 ditegaskan bahwa setiap pasien mempunyai hak mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan, serta juga perkiraan biaya pengobatan.

yepiye.wordpress.com