Satu lagi kasus KDRT menimpa artis Indonesia, Kali ini giliran Kasus KDRT Cici Paramida yang dianiaya suaminya Suhaebi, setelah memergokinya berduaan dengan wanita lain di kawasan puncak. Berikut kronologis kejadiannya.
Sabtu 13 Juni, Suhaebi mengaku pergi ke luar kota kepada Cici Paramida, untuk urusan pekerjaan. Namun, sebagai seorang istri, Cici paramida punya feeling lain. Cici paramida pun berangkat bersama keluarganya ke kawasan Puncak, Jawa Barat. Benar saja, Cici memergoki suaminya bersama wanita lain di dalam mobil di daerah Cibogo, Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juni pukul 19.50 WIB.
Ketika sampai di kawasan Gang Semen, Cisarua, mobil Cici paramida menyalip mobil Suhaebi dan berhenti. Ketika Cici paramida turun dari mobilnya dan mendekati mobil Suhaebi, mobil suaminya itu malah digas kencang dan Cici paramida tertabrak serta terseret sehingga mengalami luka di pelipis kanan dan lebam di wajah. Cici paramida pun lantas melaporkan kasus KDRT yang dialaminya tersebut ke Polsek Cisarua. Namun kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Bogor, dan Cici paramida menjalani visum di Rumah Sakit PMI Bogor.
Pascaperistiwa itu, Cici paramida memilih pulang ke rumah orangtuanya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Lantaran menderita luka di pelipis kanan dan lebam di wajah, Cici memilih beristirahat.
“Belum bisa memberi komentar banyak. Cici sedang istirahat. Jadi kalau mau lebih detail, kita tidak bisa. Semuanya sudah kita serahkan pada pihak kepolisian,” jelas saudara sepupu Cici Paramida, Alu, saat ditemui di rumah orangtua Cici, di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (15/6) sore.
Keadaan Cici paramida , menurut Alu, saat ini sudah mulai membaik. “Lukannya di pelipis kanan dan lebam wajahnya sudah agak membaik,” ungkapnya. Sementara rumah Cici di kompleks Rafless Hill, Cibubur, Jakarta Timur, dijaga ketat. Empat petugas satpam yang menjaga di pintu gerbang utama komplek perumahan yang ditinggali Suhaebi-Cici itu melarang wartawan masuki. Begitu juga rumah mantan istri pertama Suhaebi di Jalan Rawa Kopi, Kavling Pertamina, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Keadaanya sangat sepi.
Ahmad Suhaebi sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong sejak Minggu malam. Dan setelah menjalani pemeriksaan lagi sejak Senin siang hingga malam, Polres Bogor akhirnya menetapkan Suhaebi sebagai tersangka lantaran diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Cici Paramida. “Kita masukan KDRT Pasal 44,” ujar Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Suntana di Bogor, Senin malam.
Meski tidak dilakukan penahanan, kata Suntana, Suhaebi tidak bebas begitu saja, tapi kasusnya terus diproses. “Tidak ada tindakan pemukulan dalam insiden rumah tangga ini. Bu Cici menghentikan kendaraan suaminya, berdiri di depan mobil,” ujarnya.
Namun, Suntana menambahkan, Suhaebi berusaha kabur karena takut dan menyangka yang mencegat mobilnya adalah orang jahat. “Pak Suhaebi berusaha kabur, mungkin yang bersangkutan kabur karena panik. Dia tidak tahu yang mencegat itu istrinya,” ungkap dia.
Suntana menjelaskan, dalam kasus ini ada unsur kriminalitasnya. “Ya, memenuhi. Sudah dijadikan tersangka. Ancaman lima tahun, pasal 44 ada yang menyebabkan orang lain luka,” paparnya. Suhaebi menjalani pemeriksaan di Polres Bogor mulai pukul 12.00 WIB hingga 20.45 WIB. Dia ke luar dari ruang Wakapolres dengan memakai kaos putih polos dan celana hitam, kemudian pergi menggunakan mobil BMW hitam B 141 IHO.
Polisi juga memintai keterangan wanita yang diketahui berada dalam mobil bersama Suhaebi, yakni Ami. Wanita yang mengenakan baju warna pink ini selalu menutup mukanya dengan kerudung saat dikerubuti wartawan. Ami meninggalkan Polres dengan mobil Daihatsu Terios hitam berplat B 160 NO.
Buntuti dari Jakarta Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya Cici Paramida tidak percaya suaminya berangkat ke Semarang. Dia pun dengan mobil Alphard B 729 CF mencoba membuntuti suaminya mulai dari rumahnya. Ternyata feeling Cici benar, karena suaminya tidak ke Semarang melainkan ke arah Puncak. Dan suaminya itu membawa perempuan lain di mobilnya.
Cici paramida terus membuntuti hingga ke Puncak. Sesampai di Jalan Raya Puncak, sekitar Gang Semen, Cici menyalip mobil suaminya. Cici pun turun dari mobil, tetapi mobil yang dikendarai Suhaebi terus bergerak hingga menyerempet Cici. Akibatnya, penyanyi tersebut terjatuh ke aspal.
Uus, 32, seorang pedagang mengaku mengetahui kejadian itu. Dia melihat ada perempuan turun dari mobil lalu menghampiri mobil mewah di depannya. Uus melihat wanita itu mengetuk pintu mobil. Beberapa saat kemudian dia melihat perempuan itu terjatuh.
“Awalnya saya tidak tahu kalau wanita itu artis, namun setelah ramai ternyata wanita itu Cici Paramida yang penyanyi dangdut itu. Saya sempat lihat dia jatuh keserempet mobil,” ujarnya. Setelah kejadian itu, lalu lintas menjadi macet karena warga berdatangan.
Saat di Polres Bogor, Cici mengaku saat itu sempat mengetok kaca mobil suaminya untuk meminta penjelasan soal perempuan yang ada di mobil bersamanya. Disebut-sebut wanita itu bernama Ami. Namun belum diperoleh informasi siapa sebenarnya wanita itu.
Saat Cici berusaha meminta penjelasan dari suaminya, tiba-tiba mobil yang dikemudikan Suhaebi malah tancap gas sehingga menyerempet penyanyi bernama lengkap Hamidah Idham itu. “Jumat (12/6) lalu suami saya minta izin untuk ke Semarang dengan alasan karena seorang guru spiritualnya meninggal. Ternyata dia bersama wanita lain,” ujar Cici ketika ditemui di Polres Bogor, Minggu (14/6) malam.
Di tempat terpisah, salah satu orang terdekat Suhaebi, mengatakan bahwa pengusaha yang menikahi Cici di Mekkah, 12 Maret 2009 lalu itu akan memberi keterangan pers untuk menjelaskan kronologi sebenarnya. “Sekarang kan pemberitaannya tak berimbang. Bapak dikabarkan telah menabrak Cici. Kejadiannya nggak seperti itu,” kata pria yang enggan namanya disebut itu, ketika dihubungi Senin (15/6) sore.
Kapan akan memberi penjelasan, orang dekat Suhaebi itu belum berani menyebutkannya. Mengenai keberadaan Ebi saat ini, pihaknya belum bisa memberi informasi mengenai hal itu. “Saya saja belum tahu di mana keberadaannya sekarang. Yang jelas, sudah pulang dari Polres,” ujarnya.
Sementara itu, Zulhendry Hasan, pengacara Ahmad Suhaebi, mengaku kecewa pada kliennya. Dia pun meninggalkan Mapolres Bogor sambil menggerutu. Dia yang diminta untuk datang oleh Suhaebi, merasa tidak mendapat respons dari kliennya. Kekecewaan Zulhendri, karena saat menemui Suhaebi di ruang pemeriksaan, Zulhendri malah disuruh untuk mendampingi Ami, perempuan yang ada di dalam mobilnya saat peristiwa terjadi.
“Ya nggak bisa begitu. Untuk menjadi pendamping atau kuasa perlu yang namanya legal document. Artinya, butuh penunjukan. Beda dengan Ebi (Suhaebi) yang telah meminta saya,” katanya. Karena itulah, Zulhendri memilih meninggalkan Polres Bogor.
Peristiwa yang dialami KDRT Cici Paramida ini menyisakan kepedihan. Jika dulu Neni Rianti, istri ketiga Suhaebi, merasa menjadi korban perselingkuhan Suhaebi, kini hal sama dirasakan Cici Maret 2009, Cici dinikahi Suaebi di Makkah.
“Mudah- mudahan ini yang terakhir bagi saya,” ujar Cici paramida beberapa pekan setelah menikah.Kisah cinta Cici paramida terbilang panjang dan berliku. Dia pernah menjadi kekasih bintang sinetron Ferry Irawan. Cici paramida juga pernah dikabarkan dekat dengan pengusaha Abdullah Gobel alias Duko. Namun, baik Ferry dan Duko tidak ada yang menjadi pendamping hidup pedangdut cantik ini. Setelah lama tak terdengar kabar, Cici paramida tiba-tiba menjadi bahan pemberitaan. Maret 2009, Cici menyampaikan kabar. Wanita kelahiran 7 September 1973 mengaku akan mengkahiri masa lajang karena akan menikah dengan pengusaha bernama Ahmad Suhaebi di Mekkah, Arab Saudi.
Menjelang pernikahan, Cici paramida sempat dikabarkan merebut suami orang, namun Cici membantahnya. Di tanah suci, akhirnya Cici paramida dan Suhaebi mengucap akad nikah. Tiga pekan kemudian, Neni Rianti, istri ketiga Suhaebi muncul membeber status pernikahan mereka yang masih sah. Neni menceritakan sakit hatinya ditinggal sang suami yang menikah dengan wanita lain. Dia dan tiga anaknya merasa ditelantarkan.
Cici paramida pun menggelar jumpa pers. Kala itu, Cici paramida lebih percaya dengan pria yang disapanya dengan Mas Ebi itu. Sebagai istri keempat, dia percaya sang suami sudah menjatuhkan talak tiga kepada Neni, yang memberikan suaminya 3 orang anak. “Intinya, Mas Ebi ingin klarifikasi, statusnya bukan suami orang waktu menikahi saya,” bela Cici paramida saat itu.
Sabtu 13 Juni, Suhaebi mengaku pergi ke luar kota kepada Cici Paramida, untuk urusan pekerjaan. Namun, sebagai seorang istri, Cici paramida punya feeling lain. Cici paramida pun berangkat bersama keluarganya ke kawasan Puncak, Jawa Barat. Benar saja, Cici memergoki suaminya bersama wanita lain di dalam mobil di daerah Cibogo, Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juni pukul 19.50 WIB.
Ketika sampai di kawasan Gang Semen, Cisarua, mobil Cici paramida menyalip mobil Suhaebi dan berhenti. Ketika Cici paramida turun dari mobilnya dan mendekati mobil Suhaebi, mobil suaminya itu malah digas kencang dan Cici paramida tertabrak serta terseret sehingga mengalami luka di pelipis kanan dan lebam di wajah. Cici paramida pun lantas melaporkan kasus KDRT yang dialaminya tersebut ke Polsek Cisarua. Namun kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Bogor, dan Cici paramida menjalani visum di Rumah Sakit PMI Bogor.
Pascaperistiwa itu, Cici paramida memilih pulang ke rumah orangtuanya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Lantaran menderita luka di pelipis kanan dan lebam di wajah, Cici memilih beristirahat.
“Belum bisa memberi komentar banyak. Cici sedang istirahat. Jadi kalau mau lebih detail, kita tidak bisa. Semuanya sudah kita serahkan pada pihak kepolisian,” jelas saudara sepupu Cici Paramida, Alu, saat ditemui di rumah orangtua Cici, di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (15/6) sore.
Keadaan Cici paramida , menurut Alu, saat ini sudah mulai membaik. “Lukannya di pelipis kanan dan lebam wajahnya sudah agak membaik,” ungkapnya. Sementara rumah Cici di kompleks Rafless Hill, Cibubur, Jakarta Timur, dijaga ketat. Empat petugas satpam yang menjaga di pintu gerbang utama komplek perumahan yang ditinggali Suhaebi-Cici itu melarang wartawan masuki. Begitu juga rumah mantan istri pertama Suhaebi di Jalan Rawa Kopi, Kavling Pertamina, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Keadaanya sangat sepi.
Ahmad Suhaebi sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong sejak Minggu malam. Dan setelah menjalani pemeriksaan lagi sejak Senin siang hingga malam, Polres Bogor akhirnya menetapkan Suhaebi sebagai tersangka lantaran diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Cici Paramida. “Kita masukan KDRT Pasal 44,” ujar Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Suntana di Bogor, Senin malam.
Meski tidak dilakukan penahanan, kata Suntana, Suhaebi tidak bebas begitu saja, tapi kasusnya terus diproses. “Tidak ada tindakan pemukulan dalam insiden rumah tangga ini. Bu Cici menghentikan kendaraan suaminya, berdiri di depan mobil,” ujarnya.
Namun, Suntana menambahkan, Suhaebi berusaha kabur karena takut dan menyangka yang mencegat mobilnya adalah orang jahat. “Pak Suhaebi berusaha kabur, mungkin yang bersangkutan kabur karena panik. Dia tidak tahu yang mencegat itu istrinya,” ungkap dia.
Suntana menjelaskan, dalam kasus ini ada unsur kriminalitasnya. “Ya, memenuhi. Sudah dijadikan tersangka. Ancaman lima tahun, pasal 44 ada yang menyebabkan orang lain luka,” paparnya. Suhaebi menjalani pemeriksaan di Polres Bogor mulai pukul 12.00 WIB hingga 20.45 WIB. Dia ke luar dari ruang Wakapolres dengan memakai kaos putih polos dan celana hitam, kemudian pergi menggunakan mobil BMW hitam B 141 IHO.
Polisi juga memintai keterangan wanita yang diketahui berada dalam mobil bersama Suhaebi, yakni Ami. Wanita yang mengenakan baju warna pink ini selalu menutup mukanya dengan kerudung saat dikerubuti wartawan. Ami meninggalkan Polres dengan mobil Daihatsu Terios hitam berplat B 160 NO.
Buntuti dari Jakarta Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya Cici Paramida tidak percaya suaminya berangkat ke Semarang. Dia pun dengan mobil Alphard B 729 CF mencoba membuntuti suaminya mulai dari rumahnya. Ternyata feeling Cici benar, karena suaminya tidak ke Semarang melainkan ke arah Puncak. Dan suaminya itu membawa perempuan lain di mobilnya.
Cici paramida terus membuntuti hingga ke Puncak. Sesampai di Jalan Raya Puncak, sekitar Gang Semen, Cici menyalip mobil suaminya. Cici pun turun dari mobil, tetapi mobil yang dikendarai Suhaebi terus bergerak hingga menyerempet Cici. Akibatnya, penyanyi tersebut terjatuh ke aspal.
Uus, 32, seorang pedagang mengaku mengetahui kejadian itu. Dia melihat ada perempuan turun dari mobil lalu menghampiri mobil mewah di depannya. Uus melihat wanita itu mengetuk pintu mobil. Beberapa saat kemudian dia melihat perempuan itu terjatuh.
“Awalnya saya tidak tahu kalau wanita itu artis, namun setelah ramai ternyata wanita itu Cici Paramida yang penyanyi dangdut itu. Saya sempat lihat dia jatuh keserempet mobil,” ujarnya. Setelah kejadian itu, lalu lintas menjadi macet karena warga berdatangan.
Saat di Polres Bogor, Cici mengaku saat itu sempat mengetok kaca mobil suaminya untuk meminta penjelasan soal perempuan yang ada di mobil bersamanya. Disebut-sebut wanita itu bernama Ami. Namun belum diperoleh informasi siapa sebenarnya wanita itu.
Saat Cici berusaha meminta penjelasan dari suaminya, tiba-tiba mobil yang dikemudikan Suhaebi malah tancap gas sehingga menyerempet penyanyi bernama lengkap Hamidah Idham itu. “Jumat (12/6) lalu suami saya minta izin untuk ke Semarang dengan alasan karena seorang guru spiritualnya meninggal. Ternyata dia bersama wanita lain,” ujar Cici ketika ditemui di Polres Bogor, Minggu (14/6) malam.
Di tempat terpisah, salah satu orang terdekat Suhaebi, mengatakan bahwa pengusaha yang menikahi Cici di Mekkah, 12 Maret 2009 lalu itu akan memberi keterangan pers untuk menjelaskan kronologi sebenarnya. “Sekarang kan pemberitaannya tak berimbang. Bapak dikabarkan telah menabrak Cici. Kejadiannya nggak seperti itu,” kata pria yang enggan namanya disebut itu, ketika dihubungi Senin (15/6) sore.
Kapan akan memberi penjelasan, orang dekat Suhaebi itu belum berani menyebutkannya. Mengenai keberadaan Ebi saat ini, pihaknya belum bisa memberi informasi mengenai hal itu. “Saya saja belum tahu di mana keberadaannya sekarang. Yang jelas, sudah pulang dari Polres,” ujarnya.
Sementara itu, Zulhendry Hasan, pengacara Ahmad Suhaebi, mengaku kecewa pada kliennya. Dia pun meninggalkan Mapolres Bogor sambil menggerutu. Dia yang diminta untuk datang oleh Suhaebi, merasa tidak mendapat respons dari kliennya. Kekecewaan Zulhendri, karena saat menemui Suhaebi di ruang pemeriksaan, Zulhendri malah disuruh untuk mendampingi Ami, perempuan yang ada di dalam mobilnya saat peristiwa terjadi.
“Ya nggak bisa begitu. Untuk menjadi pendamping atau kuasa perlu yang namanya legal document. Artinya, butuh penunjukan. Beda dengan Ebi (Suhaebi) yang telah meminta saya,” katanya. Karena itulah, Zulhendri memilih meninggalkan Polres Bogor.
Peristiwa yang dialami KDRT Cici Paramida ini menyisakan kepedihan. Jika dulu Neni Rianti, istri ketiga Suhaebi, merasa menjadi korban perselingkuhan Suhaebi, kini hal sama dirasakan Cici Maret 2009, Cici dinikahi Suaebi di Makkah.
“Mudah- mudahan ini yang terakhir bagi saya,” ujar Cici paramida beberapa pekan setelah menikah.Kisah cinta Cici paramida terbilang panjang dan berliku. Dia pernah menjadi kekasih bintang sinetron Ferry Irawan. Cici paramida juga pernah dikabarkan dekat dengan pengusaha Abdullah Gobel alias Duko. Namun, baik Ferry dan Duko tidak ada yang menjadi pendamping hidup pedangdut cantik ini. Setelah lama tak terdengar kabar, Cici paramida tiba-tiba menjadi bahan pemberitaan. Maret 2009, Cici menyampaikan kabar. Wanita kelahiran 7 September 1973 mengaku akan mengkahiri masa lajang karena akan menikah dengan pengusaha bernama Ahmad Suhaebi di Mekkah, Arab Saudi.
Menjelang pernikahan, Cici paramida sempat dikabarkan merebut suami orang, namun Cici membantahnya. Di tanah suci, akhirnya Cici paramida dan Suhaebi mengucap akad nikah. Tiga pekan kemudian, Neni Rianti, istri ketiga Suhaebi muncul membeber status pernikahan mereka yang masih sah. Neni menceritakan sakit hatinya ditinggal sang suami yang menikah dengan wanita lain. Dia dan tiga anaknya merasa ditelantarkan.
Cici paramida pun menggelar jumpa pers. Kala itu, Cici paramida lebih percaya dengan pria yang disapanya dengan Mas Ebi itu. Sebagai istri keempat, dia percaya sang suami sudah menjatuhkan talak tiga kepada Neni, yang memberikan suaminya 3 orang anak. “Intinya, Mas Ebi ingin klarifikasi, statusnya bukan suami orang waktu menikahi saya,” bela Cici paramida saat itu.



Posting Komentar